25 Jul 2017

Mem - PNS - kan Petani Padi


Catatankita.com - Beras adalah salah satu komoditi yang amat penting di Republik ini. Dari daftar sembilan bahan pokok, beras menduduki peringkat pertama. Berdasarkan Survey Sosial Ekonomi Nasional 2013, kelompok padi-padian (terutama beras) bertengger paling atas pada persentase pengeluaran rerata/kapita/bulan sebesar 7,46%. Sementara bagi penduduk miskin, persentase pengeluaran untuk mengakses beras lebih tinggi lagi, yaitu sebesar 30%.

Akan tetapi, posisi strategis beras yang mengisi perut setiap warga, minimal tiga kali sehari, tidak linear dengan nasib atau kesejahteraan profesi petani padi selaku produsen gabah sebelum digiling menjadi beras. Survey Struktur Ongkos Usaha Tani Tanaman Pangan (SOUT) tahun 2012 oleh BPS menyatakan bahwa rumah tangga usaha tani (padi, jagung, kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubi kayu dan ubi jalar) di Indonesia menganggap bahwa prospek usaha mereka 56,60% sama saja, 7,12% lebih buruk dan hanya 36,26% yang mempersepsikan akan lebih baik. Angka tersebut menunjukkan bahwa profesi petani dianggap sudah tidak menguntungkan untuk digeluti. Di level pendidikan tinggi, kuota fakultas pertanian banyak tidak terisi atau tidak terpenuhi, bahkan di kampus-kampus ternama. Ini mengindikasikan bahwa generasi muda juga menganggap profesi petani tidak menarik.

Secara ekonomis, usaha budidaya padi jauh dari kata menguntungkan. Dengan nilai aset tanah senilai 350 juta sampai 1,5 milyar, pendapatan petani hanya bergerak di kisaran 1-3 juta/bulan. Oleh sebab itu, tidaklah mengherankan jika banyak petani yang lebih memilih untuk menjual lahan dan beralih ke usaha lain yang lebih menguntungkan. Misalnya, di Ubud, Bali, nilai lahan sawah mencapai 15 juta/meter persegi. Alhasil, petani memilih menjual lahan dan beralih ke bisnis cottage dengan pendapatan bersih 25-50 juta per bulan.

Rentang 1992-2002, laju konversi lahan/tahun mencapai 110.000 ha. Periode 2002-2006 melonjak menjadi 145.000 ha/tahun. Lebih ironis, di Jawa, rentang 2007-2010 laju konversi rerata 200.000 ha/tahun (Kompas, 24/5/2011). Pada 2007, lahan (sawah beririgasi teknis, non teknis dan lahan kering) di Jawa masih 4,1 juta hektar, kini, 2013, tersisa 3,5 juta hektar. Tanpa usaha moratorium konversi lahan, terutama di pulau Jawa, ketahanan pangan bakal menghadapi ancaman serius. Sawah-sawah subur di pulau Jawa menyumbang 56-60 persen produksi nasional. Dengan support irigasi teknis, produktivitas sawah di Jawa rerata 5,187 ton/ha, sementara di luar Jawa hanya 3,94 ton/ha. Sementara, pencetakan sawah baru oleh pemerintah hanya 37.000-45.000 ha/tahun.

Senyatanya, pemerintah tidak tinggal diam. UU Nomor 41 Tahun 2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan dikeluarkan untuk mengerem laju konversi lahan. Akan tetapi, usaha ini tidak berhasil. Buktinya, konversi lahan tidak terbendung, terutama di Jawa. Oleh karena itu, dibutuhkan kebijakan yang lebih kuat. Menurut penulis, salah satu alternatif kebijakan adalah mem-PNS-kan petani padi. Petani padi kudu disubsidi habis-habisan. Laiknya logika PNS, selama petani menanam dengan target panen realistis yang telah diverifikasi, petani harus digaji fix/ bulan. Tentu saja dengan nominal yang layak bagi kemanusiaan, yaitu pada kisaran 2,5 juta per bulan dengan bonus renumerasi jika hasil panen melampaui target. Jika hasil dibawah target, pendapatan petani tidak boleh dikorbankan. Selain itu, seluruh biaya produksi dan subsidi gagal panen ditanggung oleh negara (pemerintah). Petani jangan lagi dipusingkan dengan penjualan. Bulog dapat difungsikan kembali oleh negara sebagai jembatan antara supplier utama (petani) dengan supplier pendukung (tengkulak atau pengusaha) agar harga tidak fluktuatif sebelum di lempar ke demander (konsumen).

Tawaran alternatif kebijakan di atas cukup beralasan. Pertama, jumlah penduduk Indonesia terus meningkat. Menurut data data resmi sensus penduduk 2010 yang dikeluarkan oleh BPS, penduduk Indonesia sebesar 237.641.326 jiwa. Berangkat dari angka ini, jika kita menggunakan data pertumbuhan penduduk indonesia yang dikeluarkan oleh Bank Dunia, yakni 1.49% per tahun, maka jumlah penduduk indonesia tahun 2014 ini akan menjadi 252.124.458 jiwa. Dengan angka nasional kebutuhan beras/kapita/tahun mencapai 127 kg, total kebutuhan beras nasional sebanyak 32,02 juta ton/tahun.

Kedua, luas panen padi nasional sebesar 13,83 juta ha dengan rerata produktivitas 5,15 ton (BPS, 2013). Dengan demikian, produksi padi nasional mencapai 71,27 juta ton GKP. Dengan memperhatikan persentase kehilangan panen 20,42%; kehilangan pada saat panen (9,5%), perontokan (4,8%), pengeringan (2,1%), penggilingan (2,2%), penyimpanan (1,6%), dan pengangkutan (0,2%), produksi gabah nasional tersisa 57,01 juta ton GKG atau setara 31,35 juta ton beras (asumsi koefisien giling 0,55).

Dengan demikian, defisit stok beras nasional sebesar 0,73 juta ton, plus cadangan nasional minimal 2 juta ton beras. Data ini selaras dengan klaim Departemen Pertanian RI bahwa persentase impor beras 25% dari total produksi nasional. Ditambah dengan angka konversi lahan yang terus menggelinding di kisaran 100.000 ha/tahun, bangsa ini menghadapi ancaman kerawanan pangan dan kepunahan petani padi. Dengan rentan usia petani padi antara 48-60 tahun dan ke-emoh-an anak muda untuk menyeriusi profesi ini, kurang lebih sepuluh tahun ke depan, indonesia berpotensi kehilangan satu profesi. Oleh karena itu, alternatif kebijakan yang ditawarkan catatankita.com patut untuk dipertimbangkan. Setidaknya efektif akan dua hal:
  • mencegah konversi lahan padi
  • dan menarik minat pemuda untuk menjadi petani. Pada akhirnya, ancaman kerawanan pangan bisa diatasi

21 Jul 2017

Asimetri Informasi dalam PERCINTAAN


Catatankita.com - J O M B L O : Tapi tahukah kamu asal usul kata jomblo itu sendiri? Bila didefinisikan berdasarkan pengertian anak muda zaman sekarang, maka jomblo adalah bahasa percakapan yang digunakan untuk menyebut orang yang tidak memiliki pasangan atau kekasih. Tapi tahukah kamu asal usul kata jomblo itu sendiri? Bila didefinisikan berdasarkan pengertian anak muda zaman sekarang, maka jomblo adalah bahasa percakapan yang digunakan untuk menyebut orang yang tidak memiliki pasangan atau kekasih. Tapi tahukah kamu kata jomblo tidak ditemukan di Kamus Besar Bahasa Indonesia, karena ternyata kata jomblo berasal dari kata jomlo. Apa sih jomlo itu? Ternyata kata tersebut berasal dari bahasa Sunda yang sudah dibakukan ke dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia dan memiliki arti negatif dari gadis tua. Kata ini digunakan untuk menyebut perempuan yang sudah tua namun belum menikah atau memiliki pasangan.

Dan kenapa kamu dan kamu sering JOMBLO alias kagak laku-laku seperti lagunya waliband, yuk nyanyi dulu...



Apa salahku apa salah ibuku
Hidupku di rundung pilu
Tak ada yang mau
Dan menginginkan aku
Tuk jadi pengobat pilu
Tuk jadi penawar rindu
Tuk jadi kekasih hatiku
Timur ke barat selatan ke utara
Tak juga aku berjumpa
Dari musim duren hingga musim rambutan
Tak kunjung aku dapatkan
Tak jua aku temukan
Oh Tuhan inikah cobaan
Ibu-ibu bapak-bapak
Siapa yang punya anak
Bilang aku aku yang tengah malu
Sama teman-temankuKarna cuma diriku yang tak laku-laku
Pengumuman-pengumuman
Siapa yang mau bantu
Tolong aku kasihani aku
Tolong carikan diriku kekasih hatiku
Siapa yang mau

langsung saja, mungkin ini penyebabnya kamu masih jomblo dan kamu masih sendiri dan khususnya lagi yang lagi baca catatankita.com yang cantik dan ganteng :

  • Mempunyai standar dan ekspektasi yang tinggi terhadap seseorang adalah hal yang baik
Akan tetapi kamu akan merasakan sendiri dampak buruk jika kamu nmenggunakan standar yang terlalu tinggi dalam waktu yang panjang. Sadari bahwa setiap orang memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing. Tidak ada individu yang sempurna di dunia ini. Oleh karena itu, luangkan waktu untuk merenungkan apakah selama ini kamu jomblo karena menggunakan standar yang terlalu tinggi atau tidak realistis untuk menilai seseorang.
  • Terlalu asik dengan dunia kamu sendiri 
Penyebab jomblo terlalu lama yang berikutnya masih berkaitan dengan kepribadian kamu sendiri, yaitu kamu mungkin terlalu asik dengan dunia kamu sendiri atau terobsesi dengan sesuatu yang menjadikan kamu jauh dengan orang lain. Dalam kondisi seperti ini akan sangat sulit buat orang lain untuk melakukan PDKT ke kamu, karena fokus yang ada di dalam pikiran hanyalah diri sendiri.
Cara mengatasinya adalah dengan belajar untuk menjadi terbuka dan lakukan hal-hal yang menyenangkan dengan orang-orang di sekitar kamu. Selalu ingat bahwa ada banyak hal menyenangkan yang bisa kamu lakukan dengan orang lain.

  • Kamu ingin selalu dekat dengan si dia
Sering putus nyambung dalam membina relationship? Mungkin ini jawaban buat kamu!
Setiap orang kadang-kadang membutuhkan quality time untuk di nikmati sendiri atau dengan orang lain misalnya dengan sahabat, saudara, keluarga dan sebagainya. Quality time ini tidak seharusnya di monopoli oleh pasangannya sendiri.
Oleh sebab itu jika kamu merasakan relationship yang putus nyambung sebaiknya kamu melakukan koreksi terhadap diri sendiri. Apakah kamu merasa ingin selalu dekat dengan si dia sampai-sampai si dia merasa kurang nyaman? Jika iya, maka sudah saatnya kamu belajar untuk memberikan orang lain quality time untuk mereka nikmati.

  • Kamu nggak tertarik menjalin relationship
Ada lagi penyebab jomblo terlalu lama dan akut, yaitu ketidaksiapan untuk menjalin relationship. Kamu mungkin sadar bahwa kamu terlalu lama menjomblo karena kamu tidak tertarik untuk seriusan dengan orang lain. Kamu lebih menikmati kesendirian dan status jomblo karena kamu tidak mau berurusan dengan relationship yang lebih intensif dan melibatkan emosi.
Bagi kamu, kebebasan adalah hal yang paling utama untuk di miliki dan di nikmati.

  • Males untuk berkomitmen lebih jauh
Jika kamu sudah berlarut-larut dalam menikmati kebebasan dan kesendirian, maka secara otomatis kamu akan semakin males untuk berkomitmen dengan orang lain.
Kamu mungkin memiliki persepsi bahwa komitmen akan menjadikan kamu seseorang yang sulit untuk mandiri atau komitmen akan menjadi pengekang segala kebebasan yang kamu miliki.

  • Belum sepenuhnya move on
Susah melupakan mantan? salah satu penyebab jomblo terlalu lama yang sering di dapati!
Kamu belum bisa move on secara serius. Setiap melihat mantan, bawaannya pengen mewek padahal si mantan udah punya gebetan baru. Orang lain akan sungkan untuk mendekati kamu karena pikiran kamu masih belum bisa clear terhadap mantan kamu yang udah lewat.

  • Putus asa
Tidak ada jomblo yang paling ngenes, selain jomblo yang putus asa dan kehilangan semangat.
Saat kamu putus asa, maka kamu akan kehilangan energi positif yang bisa membantu kamu untuk lebih bersemangat dalam mengejar kebahagiaan.
Usir perasaan putus asa seperti ini dengan cara memperbanyak berinteraksi dengan orang-orang yang berpikiran positif. You are deserve to be happy!

  • Kamu mungkin kebanyakan mengurusi orang lain
Semua orang tidak akan suka dekat dengan seseorang yang kerjaannya hanya mengurusi masalah orang lain.

Kalau diatas masih kurang ampuh, lanjut ke bawah :
  • Jujur
Jika anda merasa telah bertemu dengan seorang cewek idaman, tunjukkan bahwa anda adalah pria jujur, sopan, sekaligus charming ... Jika ia ingin sharing, curhat atau sekedar ngobrol, tunjukkan juga kalau anda sangat antusias untuk mendengarkan ceritanya. Setelah itu anda akan merasakan indahnya dikelilingi para cewek.
  • Jangan Banyak Menilai
No Body Perfect. Hal inilah yang kerap dilupakan para cowok (termasuk cewek juga). Usahakan untuk tidak membandingkan seorang cewek dengan cewek lain, bisa-bisa dia malah sebal.
  • Jangan Mengikat
Anda tidak boleh mengikatnya. Beri dia ruang gerak, maksudnya jangan keseringan 'berkeliaran' di sekitar dia. Biarkan si dia menebak dimana anda berada, sedang ngapain dan sama siapa. Asal tahu saja, ketidakhadiran anda itu, justru bisa menumbuhkan rasa penasaran dan kerinduan dalam dirinya.
  • Willing
Saat dia bercerita, tunjukkan kesan bahwa anda tertarik dan antusias mendengarkannya. Tunjukkan pula bahwa anda bersedia mendengarkan keluhan dan curahan hatinya. Entah cerita biasa-biasa saja atau masalah keluarga, pekerjaan, hobi, sampai mimpi-mimpinya. Jangan lupa untuk menanggapi cerita-ceritanya dengan pendapat yang brilian, tanpa terkesan menggurui.
  • Humor
Survei membuktikan 9 dari 10 wanita menyukai cowok yang punya selera humor tinggi. Jadi leontarkan humor2 yg cerdas tapi jangan terlalu keseringan.
  • Tampil menarik 
Tidak perlu penampilan berlebihan, anda cukup memastikan bahwa anda tampil bersih, harum, nafas segar, dan nggak berantakan. Cewek pasti banyak yang melirik.
  • Jangan Terlalu Nafsu 
Saat lagi PDKT, cobalah tahan hasrat dalam diri dan tahan air liur anda. Nelpon? Boleh aja kok, tapi jangan terlalu terlalu sering. SMS or kirim email? Boleh .. tapi jangan ngegombal melulu. Batasi kontak anda dengannya, seperlunya saja. Namun usahakan agar isi pembicaraan cukup bermakna dan membuat dia terpesona.
  • Jual Mahal 
Meskipun yakin si cewek udah jatuh hati pada anda atau bahkan udah ngebet banget, coba pura-pura nggak butuh atau bisa juga berlagak cuek kalau anda sedang di dekatnya. Dijamin dia bakalan penasaran abis.
  • Buat Dia Penasaran 
Bukan rahasia lagi kalo yang namanya cewek itu demen banget dengan segala sesuatu yang bersifat misterius. Maka dari itu di kesempatan pertama, anda tidak usah langsung membuka diri. Beri sedikit informasi tentang siapa sebenarnya anda. Biarkan rasa ingin tahunya tentang diri anda terus tumbuh dan berkembang. Dengan begitu, dia pun akan selalu berharap untuk bisa mengenal anda lebih jauh lagi.
  • Jangan Sok Akrab
Banyak cewek lebih memilih menjadi sahabat ketimbang menjadi kekasih. Alasannya adalah, bila dia merasa hubungan dengan anda sudah kelewat dekat, perasaannya bisa berubah utk lebih enak untuk menjadikan anda teman saja.

Pesan Catatankita.com :
Agar tidak terjadinya asimetri informasi dalam hubungan antar adam dan hawa atau disebut juga JOMBLO adalah kesadaran untuk kembali pada dirinya masing-masing, pemahaman yang utuh serta keterbukaan dan kejujuran agar hubungan tersebut tak bertepuk sebelah tangan. Inilah yang kemudian terucap dari pangeran tian feng atau disebut CUT PAT KAY 
“Sejak dulu beginilah cinta, penderitaannya tiada akhir”, karma terberat adalah karma cinta sepantasnya adalah derita cinta pasti berakhir hingga tidak ada karma demi karma cinta bisa diakhiri. Selamat memulai karma cinta dan mengakhirinya!

19 Jul 2017

Kota Wisata Batu Destinasi yang Terus Berbenah


Catatankita.com - Kota Batu yang selama ini menyatakan diri sebagai kota wisata, cukup berbenah dalam berbagai sektor baik tempat ataupun pelayanannya. Tempat wisata yang dikelola pihak swasta, terlihat banyak pengunjungnya. Tiket masuk yang area wisata tersebut boleh dibilang tidak murah, tetap saja banyak peminatnya. Harga tiket yang tidak murah itu ternyata sebanding dengan fasilitas yang diberikannya. Pengunjung cukup puas apa yang disajikan pengelola itu. Tempatnya begitu nyaman, modern, bersih, serta banyak menampilkan ruang untuk ber-narsisria.

Cukup banyak destinasi wisata di Batu yang dikelola dengan baik, sebagai kota kecil –Batu- urusan kemodernannya tidak kalah dengan kota besar lainnya. Sebagai contoh wahana di Jatim Park 1 tidak kalah dengan Dufan yang ada di Ancol Jakarta. Kesan yang sama juga ditemukan di tempat yang lain (masih di Batu) seperti Jatim Park 2 (Museum Satwa dan Batu Secret Zoo), Museum Angkot serta yang lainya.

Di lain sisi ada wisata yang mengandalkan keindahan alam ternyata tidak banyak peminat, padahal tiket yang ditarik cukup terjangkau (bekisar 10 ribu sampai 30 ribu). Jika harus menyatakan alasan, maka jawaban sederhananya adalah karena pengelolaannya kurang baik kalau tidak mau disebut asal-asalan. Kita dapat merasakan sendiri fasilitas yang diberikan kurang memberikan rasa nyaman: toilet yang kurang terawat, jalan banyak rusak, sampah berserakan, banyaknya pedagang yang tidak tertata, serta kondisi yang kurang mengenakkan lainnya. Cukup bisa ditebak yang kurang dalam pelayanan itu –biasanya- dikelola oleh unsur pemerintah.

Jika pariwisata ingin dijadikan industri, maka dalam pengelolaannya sah-sah saja jika ingin meraup untung. Toh hal itu juga dilepas melalui mekanisme pasar. Masyarakat (bawa: wisatawan) tentu akan memilih fasilitas yang baik terutama dalam kenyamanan. Bukankah tujuan berwisata pada dasarnya untuk menghilangkan penat serta bersenang-senang, urusan biaya –kadang- menjadi urusan belakangan.

"Di Kota Batu, 80 persen penduduk adalah petani. Dalam waktu 14 tahun, sejak wali kota pertama mencanangkan Kota Batu sebagai kota wisata religi dan wali kota ketiga menetapkan Batu Kota Wisata, pola pikir pertanian itu berubah dan kini sebagai pelaku usaha jasa wisata dan pemilik obyek wisata.

Dari sektor andalan pariwisata tersebut, Pemkot Batu pada 2015 mampu mengisi kas daerah melalui APBD sebesar Rp 725 miliar dan Rp 580 miliar di antaranya berasal dari pajak industri pariwisata. Pada APBD 2016, Pemkot Batu memasang target pendapatan Rp 1 triliun yang 75 - 80% berasal dari sektor pariwisata. Pariwisata yang menjadi andalan Kota Batu dapat menyerap banyak tenaga kerja, terutama yang masuk ke destinasi baru. Dari usaha jasa pariwisata sendiri, seperti destinasi Jatim Park, dapat memberikan beasiswa bagi anak-anak keluarga tidak mampu dan destinasi petik buah apel diarahkan untuk mengembangkan pertanian berbasis organik.

Sebagai kota wisata, Kota Batu telah menjadi ikon bagi Jawa Timur dan Indonesia, selayaknya wisata tak hanya yang “itu-itu saja”. wisata tak hanya sekedar hiburan saja tapi juga meliputi kehidupan didalamnya. Wisata juga ada di pasar,tempat-tempat ibadah,sarana olahraga,terminal dan sarana-sarana lainnya yang bisa dijadikan “obyek wisata”. begitupula dengan kegiatan didalamnya, hingga setiap sendi kehidupan menjadi satu keunikan yang menyedot perhatian wisatawan. Ditambah dengan suasana pegunungan dan hawa yang sejuk menjadikan Kota Wisata Batu sebagai salah satu destinasi yang terus berbenah dan dapat mengemasnya dengan baik, bagaimana dengan kota lainnya? tentu semua bisa karena setiap jengkal wilayah tanah air adalah destinasi dunia.

13 Jul 2017

BANGUN PANCASILA


Catatankita.com - Huruf, mengombinasi mewujud kata lalu berderet rapi mengarti kalimat. Huruf, kata dan kalimat adalah manifesto imaji dan kehendak manusia. Kemudian, kehendak-lah yang menekan tombol perintah pada jasad, mengkonversi huruf, kata dan kalimat menjadi perbuatan. Dalam “bahasa” Newton, transformasi imaji-kehendak menjadi perbuatan adalah bentuk perjalanan atau perubahan energi. Dalam terma arsitektur, kata-huruf-kalimat adalah desain bangunan dan perbuatan adalah bentuk fisik bangunan.

Bagian “antara” imaji-kehendak, huruf-kata-kalimat dan perbutan disebut proses. Aliran energi selama proses imaji-kehendak menjadi huruf-kata-kalimat dan huruf-kata-kalimat mewujud perbuatan tidak akan pernah sempurna. Analog dengan persamaan gas “ideal” (PV = nRT) dalam ilmu kimia yang tidak benar-benar ideal atau perubahan energi listrik menjadi energi cahaya pada lampu, yang sebagian energi listriknya ter”buang” menjadi energi panas. Begitu sunnatullah, -format baku-, kehidupan. Usaha kita sebagai manusia hanya mengupayakan agar (sedapat mungkin) imaji-kehendak, huruf-kata-kalimat dan perbuatan berimpit sempurna. Itulah sebabnya ada adigium yang berbunyi “tidak ada manusia yang sempurna, nobody perfect.

Pancasila adalah salah satu bentuk dari rangkaian imaji, huruf-kata-kalimat dan perbuatan. Kata Pancasila tidak bisa lepaskan dari penemunya, Bung Karno, Bapak Revolusi Indonesia. Meskipun kata Pancasila bukan manivesto imaji-kehendak Bung Karno semata, kalimat dalam 5 sila Pancasila “berhasil” menampung dan merepsentasikan imaji-kehendak 80 juta manusia saat itu hingga melahirkan nation-state berasma Indonesia. Lebih lanjut, sila-sila dalam Pancasila secara konsisten tergambar via tingkah pola beliau hingga wafat. Pada diri Bung Karno, bagian “antara” atau proses sangat kecil, tidak banyak energi yang terbuang atau meminjam istilah Buya HAMKA, “sempurnanya iman perjuangan adalah samanya maksud, lisan dan perbuatan”.

Akan tetapi, “iman” Pancasila terlanjur meninggalkan residu atau karma. Oleh Soekarno, Pancasila telah menjadi “bangunan” bagi 80 juta manusia cut off 1 Juni 1945 atau 260 juta manusia cut off 1 Juni 2017. Sebenarnya, rancangan atau desain “bangunan” Pancasila telah dimulai oleh Bung Hatta, konco-matenya Bung Karno. Para intelektual di jamannya menggelari Bung Karno sebagai “langit”nya Pancasila dan Bung Hatta sebagai “bumi”nya Pancasila. Itu pula alasan keduanya disebut dwitunggal. Namun, takdir berkata lain. Hingga akhir hayatnya, Bung Hatta belum berhasil menyelesaikan rancangan/ desain utuh Pancasila.

Saat Soeharto naik tahta dan menanggung imaji-kehendak Pancasila 100 juta manusia Indonesia, huruf-kata-kalimat atau “desain” dan perbuatan atau “bangunan” Pancasila belum mampu menampung atau mewadahi imaji-kehendak setiap manusia yang berhimpun di bawah panji Indonesia. Situasi ini terus bertahan meskipun berganti wajah, otoriter-demokratis-liberal hingga kini. Oleh sebab itu, tak perlu sedih dan panik jika generasi gadget merasa asing dan skeptis terhadap “rancangan” dan “bangunan” Pancasila. Tidak ada yang salah dengan Pancasila. Pancasila masih tetap sebagai imaji-kehendak 260 juta manusia Indonesia. kita hanya frustasi menanti kapan kalimat Pancasila menjadi buku atau “desain” lengkap ditambah bukti fisik bahwa fondasi “bangunan” Pancasila benar-benar mulai dibangun mengelilingi Sabang-Merauke dan Rote-Mianggas.

Saya percaya (dalam sekup makhluk), energi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan. Ruh Bung Karno, Bung Hatta dan para founding fathers telah kembali kepada Tuhan dan jasad pinjaman telah dikembalikan ke alam. Namun, energi imaji-kehendak mereka akan terus mencari jasad hingga imaji-kehendak, kata dan perbuatan Pancasila 260 juta manusia Indonesia mewujud. Mungkinkah? Jelas mungkin. Karena sejatinya, ketidakmungkinan adalah kemungkinan yang belum dilampaui oleh manusia. Selama kita masih memelihara imaji-kehendak (harapan) Pancasila, pasti ada jalan (saluran) energi Pancasila. Saya percaya, di salah satu sudut negeri ini, pasti ada manusia yang akan menerima amanah ini. Dan suatu saat nanti tinggal menunggu waktu! NKRI menjadi Mercusuar Dunia.

12 Jul 2017

BUKAN BANGSA TEMPE


Catatankita.com - Meski jadi negara pengkonsumsi kedelai terbesar di dunia, namun ironinya kebutuhan kedelai Indonesia bergantung dari impor. Setiap tahun, rata-rata angka impor kedelai di atas 2 juta ton, sebagian besar berasal dari Amerika Serikat (AS). Direktur Perlindungan Tanaman Kementerian Pertanian (Kementan), Dwi Iswari, mengatakan untuk tahun 2016 ini sebanyak 68% kebutuhan kedelai ini dipasok dari impor. Padahal, kedelai adalah bahan baku untuk produk panganan asli Indonesia yakni tempe.

"Kedelai untuk impor saja sekarang masih 68% dari total kebutuhan. Kebutuhan kita setiap tahun 2,7 juta ton, sementara jumlah produksi baru 885.000 ton, impornya 1,8 juta ton," ujar Dwi di seminar Tantangan dan Peluang Agribisnis 2017 di Hotel Santika, Jakarta, Kamis (15/12/2016). Lantaran kecilnya produksi kedelai dalam negeri serta keterbatasan anggaran, Kementan sendiri saat ini baru fokus pada 2 tanaman pangan pokok lainnya yakni beras dan jagung. "Jadi kita harus hilangkan kata le (kedelai) dulu dalam program swasembada pajale (padi jagung kedelai), karena yang kedelai ini masih lama swasembadanya. Karena impornya saja masih 68%, sementara paja (padi kedelai) dulu," jelas Dwi.

"Kami menggoyangkan langit, menggemparkan darat, dan menggelorakan samudera agar tidak jadi bangsa yang hidup hanya dari 2,5 sen sehari. Bangsa yang kerja keras, bukan bangsa tempe, bukan bangsa kuli. Bangsa yang rela menderita demi pembelian cita-cita." Demikian pidato Presiden Soekarno yang menegaskan bangsa Indonesia bukanlah bangsa yang lembek seperti tempe. Pada masa revolusi kata 'tempe' memang kerap diidentikan dengan hal-hal negatif seperti cengeng, mudah menyerah atau lembek. Maka sindiran seperti 'mental tempe', 'pasukan tempe' atau 'pemuda kelas tempe' dipakai untuk meledek mereka yang dianggap lemah.

Tempe juga diidentikan dengan makanan murah dan merakyat. Tempe merupakan makanan asli Indonesia yang diperkirakan sudah ada sejak abad ke-16. Walau murah dan dipandang sebelah mata, adalah tempe yang menyelamatkan jutaan rakyat Indonesia dari penyakit kurang gizi dan busung lapar tahun 1945-hingga akhir 1960an. Kalau tidak ada tempe, saat ekonomi Indonesia benar-benar terpuruk, entah berapa juta anak yang terlahir kurang gizi. Sebelumnya, tempe juga menyelamatkan tahanan perang dunia II yang ditawan Jepang. Cukup besar jasa makanan yang terbuat dari fermentasi kedelai ini. Selayaknya tempe yang berbahan baku kedelai bisa menjadi ikon bagi Indonesia, yang terpenting kedelainya tidak impor dan murni hasil bumi nusantara sendiri. Inilah hal membanggakan dari negeri kita agar kelak “bangsa tempe” mampu berdikari dan berdaulat atas pangan. SALAM TEMPE !

SIMALAKAMA TIMNAS



Catatankita.com - Tujuan utamanya barangkali menjaga mutu kompetisi sebagaimana disampaikan dalam surat keputusan PT LIB yang dirilis kepada wartawan, tapi tak semua pihak berpikiran serupa. Madura United dan Borneo FC bahkan memandang penangguhan regulasi U-23 rawan ditunggangi kepentingan lain. Mereka curiga ada pihak-pihak yang mengambil kesempatan dalam kesempitan saat kompetisi mulai memasuki periode krusial.

Sekadar mengingatkan, Liga 1 menjadwalkan pekan ke-12 sampai 17 selama Juli sehingga setiap tim kemungkinan melakoni lima atau enam pertandingan. Tanpa penangguhan regulasi U-23, klub yang banyak menyetor pemain ke timnas U-22 tentu bakal keteteran karena mesti menurunkan pemain U-23 "kelas dua". Ambil contoh Bali United. Klub berjuluk Serdadu Tridatu ini mesti melepas empat pemain, yakni Mohammad Dicky, Miftahul Hamdi, Ricky Fajrin, dan Yabes Roni Malaifani, sehingga berdampak cukup besar terhadap tim. Kecuali Dicky, tiga pemain lain biasa mengisi starting line-up Bali United. Penangguhan regulasi U-23 mendatangkan keuntungan besar karena pelatih Widodo Cahyono Putro sementara dapat memasang pemain senior untuk menggantikan trio pemain timnas U-22 tersebut.

“Kekuatan kami sedikit pincang dengan dipanggilnya keempat pemain kami ke timnas, tapi secara keseluruhan penangguhan regulasi U-23 memang sangat menguntungkan semua tim Liga 1,” ujar Widodo. Adapun timnas U-22 hanya "menggembosi" 13 klub. Terdapat lima kontestan Liga 1 yang sama sekali tak berkurang kekuatannya: Madura United, Pusamania Borneo FC, Sriwijaya FC, Semen Padang, dan Perseru Serui. Tentu tidak hanya klub penyetor banyak pemain buat timnas yang diuntungkan dengan penangguhan regulasi ini. Beberapa tim lain, terutama yang memang menumpuk sejumlah pemain senior, boleh jadi turut merasa bersyukur.

Tentunya perubahan regulasi ditengah berjalannya kompetisi ini menjadi “simalakama” bagi timnas sendiri. Disatu sisi ada tugas negara untuk mengangkat nama timnas namun disatu sisi ada tuntutan untuk membawa klub berprestasi dalam liga. Kedua hal inilah yang harus dipertemukan agar tujuan bersepakbola tercapai dan tak ada pertentangan antara keduanya. Kebutuhan klub dan timnas harus selaras hingga semua menemui muara yang sama, bukankah liga yang baik akan menghasilkan timnas yang kuat ? hendaknya tahun depan hal-hal seperti ini tak ada lagi, seluruh penikmat bola tanah air ingin menonton liga yang berkualitas dan timnas yang berprestasi. Sepantasnya agenda timnas khususnya persiapan piala AFF 2018 tak terganggu oleh gelaran liga begitu pula sebaliknya.

11 Jul 2017

Nenek Moyangku Seorang Pelaut?


Catatankita.com - Sebagai sebuah state, eksistensi Indonesia belum ada seabad. Namun, jika kita tarik garis sejarah lebih lampau, Nusantara, dimana Indonesia adalah satu diantara himpunan bagiannya, telah berumur ribuan tahun dengan model pemerintahan monarki federasi. Adakah yang tahu berapa jumlah suku bangsa di Indonesia? Hasil sensus penduduk yang dilakukan oleh BPS tahun 2010 mencatat bahwa Indonesia terdiri dari 1.128 suku bangsa. Bandingkan dengan China yang hanya punya 56 suku bangsa dan India dengan 6 suku bangsa. Padahal, luas dan jumlah penduduk kedua negara tersebut lebih besar dan lebih luas dari Indonesia. Besar kemungkinan, daratan Indonesia yang berbentuk gugusan pulau-pulau (archipelago) ikut menyumbang musabab melimpahnya suku bangsa di Indonesia.

Lantas, apa hubungannya dengan statement nenek moyangku seorang pelaut? Sulit menyangkal bahwa nenek moyang bangsa Indonesia adalah pelaut. Setidaknya ada tiga definisi pelaut yang telah dipraktekan di Nusantara, jauh sebelum Indonesia. Apa saja?

Pertama, potensi laut menyimpan sumberdaya yang dapat dimanfaatkan, salah satunya sebagai sumber pangan. Dari sini, lahir profesi nelayan, fisherman. Spesialis profesi ini diampu oleh “suku air” yang dikenal dengan suku Bajau (Bajo). Suku Bajau hidup di sebagian besar garis pantai Indonesia. Kuat dugaan penulis, mereka yang mengajarkan kepada suku lain di Indonesia untuk melaut, khususnya menangkap ikan.

Kedua, setiap pulau di Indonesia menghasilkan potensi sumberdaya alam (SDA) yang berbeda-beda. Untuk menjamin rantai supply-demand keunggulan kompetitif SDA tiap pulau, aktivitas perdagangan yang melintasi laut mutlak diperlukan. Bersamaan dengan aktivitas perdagangan, juga terjadi mobilitas horizontal manusia. Untuk konsekuensi dua hal ini, tercipta pelaut model kedua, trader. Spesialis profesi ini dipegang oleh suku Bugis di Sulawesi Selatan. Kecanggihan teknologi kapal suku Bugis (phinisi) sudah tidak terbantahkan. Dermaga Pantai Gading dan Kanada adalah saksi kehebatan phinisi.

Ketiga, sebagai negara model monarki federasi, “perjalanan dinas” petugas negara adalah operasional prosedur standar untuk memastikan kehadiran negara setiap bangsa (kerajaan) di Nusantara. Untuk itu, lahirlah pelaut model ketiga, administrator (pelaut eksekutif) dan defender (pelaut pertahanan keamanan). Pelaut model ini memerlukan kapal yang dilengkapi dengan armada laut yang tangguh. Spesialis profesi ini adalah milik bangsa di Kerajaan Sriwijaya, semenanjung selatan Sumatera. Gadjah Mada, Patih Majapahit, adalah contoh pelaut yang melakukan tugas kenegaraan (administrator) dan pengawal beliau adalah model pelaut yang melakukan tugas pertahanan (defender).

Jadi, apakah nenek moyang kita seorang pelaut? Seratus satu persen, iya. Dengan demikian, Indonesia adalah negara maritim dan seperti lagunya :



nenek moyangku orang pelaut
gemar mengarung luas samudra
menerjang ombak tiada takut
menempuh badai sudah biasa

angin bertiup layar terkembang
ombak berdebur di tepi pantai
pemuda b'rani bangkit sekarang
ke laut kita beramai-ramai